TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PEMOTONGAN TUNJANGAN JABATAN SECARA SEPIHAK OLEH PERUSAHAAN PT LUHAI INDUSTRIAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2023

Authors

  • Irwan Sapta Putra Universitas Bina Bangsa
  • Mohammad Hifni Universitas Bina Bangsa
  • Lucki Hidayanto Universitas Bina Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.53363/bureau.v6i2.914

Keywords:

position allowance deduction, legal protection, employees' normative rights, industrial relations, Law Number 6 of 2023., pemotongan tunjangan jabatan, perlindungan hukum, hak normatif pekerja, hubungan industrial, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023

Abstract

This study aims to analyze the juridical review of unilateral position allowance deductions based on Law Number 6 of 2023, examine the legality of the position allowance deduction policy implemented by PT Luhai Industrial, and analyze the company's efforts to resolve the resulting disputes. This study employed an empirical juridical method with a qualitative approach. Data were collected through interviews with the Human Resources Development (HRD) department, production supervisors, and affected employees, supported by a literature review of primary, secondary, and tertiary legal materials. The data were analyzed using qualitative juridical analysis through data classification, analysis based on statutory regulations, and deductive conclusion drawing. The findings indicate that PT Luhai Industrial implemented position allowance deductions due to operational adjustments and cost-efficiency measures based on management decisions. However, the policy was implemented without employees' consent and without amendments to the employment agreements, rendering it inconsistent with the provisions of Law Number 6 of 2023 and resulting in suboptimal legal protection of employees' normative rights. Furthermore, the company's dispute resolution efforts remained limited to internal communication and did not prioritize participatory negotiation mechanisms. Therefore, greater transparency, employee involvement in decision-making affecting their economic rights, and the optimization of bipartite negotiations are necessary to strengthen the resolution of industrial relations disputes.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Hafidz, M. F., Sinulingga, R. H., Sitompul, J. V. Y., & Panjaitan, A. (2024). Hak dan kewajiban para pekerja di dalam hukum ketenagakerjaan di Indonesia.

Alifah, M. N., Kurniawan, A., Cygni, A., & Sobri, M. (2024). Hukum ketenagakerjaan di era modern: Antara hak dan kewajiban. Jurnal Cendikia ISNU SU, 1(2), 153–157. https://doi.org/10.70826/jcisnu.v1i2.254

Arifudin, N., Angel, D., Rahmawati, Y., Markus, J. S. A., & Azra, A. (2024). Dinamika hukum ketenagakerjaan di Indonesia: Upaya peningkatan kesejahteraan pekerja. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora, 2(5), 201–209.

Bambar, A. T. (2022). Pemutusan hubungan kerja secara sepihak menurut undang-undang ketenagakerjaan. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan (JIIP), 5(10), 4414–4419.

Chaerani, A., & Santoso, I. B. (2022). Aspek hukum terhadap pemutusan hubungan kerja sepihak ditinjau dari hukum ketenagakerjaan. Justitia: Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora, 9(4), 1887–1894.

Gunawan, & Lie. (2025). Perlindungan hukum pekerja terhadap kebijakan efisiensi perusahaan. Jurnal Hukum dan Ketenagakerjaan, 4(1)

Harahap, H., dkk. (2025). Perselisihan hak dalam sistem ketenagakerjaan.

Hernawan, A. (2023). Makna dan penerapan uang pisah pada pemutusan hubungan kerja dalam hukum ketenagakerjaan Indonesia. Jurnal Ius Quia Iustum, 30(3), 421–439.

Husni, Lalu. Pengantar Hukum Ketenagakerjaan Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2020.

Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39.

Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 41.

Khoirunnisa, N., & Putri, S. A. (2024). Hukum perusahaan perlindungan hukum bagi karyawan dalam kontrak kerja di lingkungan perusahaan: Analisis perspektif ketenagakerjaan. Indonesian Journal of Law and Justice, 1(4).

Kusumawati, M. P. (2024). Perlindungan hukum terhadap hak upah lembur pekerja/buruh. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 11(2), 216–225.

Maulana, M. H., Manurung, D. A., Alfahrizi, A., & Saragih, S. A. (2024). Analisis hukum ketenagakerjaan di Indonesia. Jurnal Cendikia ISNU SU, 1(2), 139–146.

Padilah, Muhamad, Yuniar Rahmatiar, dan Muhamad Abas. “Perlindungan Hukum Terhadap Hak Pekerja yang Tidak Dibayarkan dalam Pemutusan Hubungan Kerja: Dalam Perspektif Hukum Ketenagakerjaan.” HUKMY: Jurnal Hukum, Vol. 4, No. 2, 2024.

Pertiwi, H. F., Karsona, A. M., & Singadimedja, H. N. (2024). Pemotongan sepihak upah pekerja industri padat karya yang terdampak perubahan ekonomi global berdasarkan hukum ketenagakerjaan. Yurispruden, 7(2), 245–260.

Pradnyani, I., & Sudiarawan, K. A. (2025). Kedudukan perjanjian kerja bersama dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Jurnal Magister Hukum Udayana, 14(3).

Putri, N. B. P., & Anshori, M. I. (2024). Peraturan undang-undang dan ketenagakerjaan. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora, 2(11), 872–876.

Saragih, I. C., et al. (2023). Analisis yuridis restrukturisasi perusahaan yang mengakibatkan PHK secara sepihak. FIAT JUSTISIA: Jurnal Ilmu Hukum, 3(2), 112–121.

Sari, Indah. “Peran Hubungan Industrial dalam Mengurangi Konflik Tenaga Kerja.” Jurnal Ilmiah M-Progress, Vol. 15, No. 2, 2025.

Satvika, P. B., Senastri, N. M. J., & Styawati, N. K. A. (2025). Perlindungan hukum hak pekerja dalam perselisihan pemutusan hubungan kerja sepihak: Studi kasus Penetapan No. 14/Pdt.Sus-PHI/2024/PN Dps. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum.

Setyawan, Y. A., & Najicha, F. U. (2024). Perlindungan hukum terhadap pemutusan hubungan kerja sepihak bagi pekerja (Studi Kasus PT. GA Tiga Belas). Jurnal Panorama Hukum.

Somayasa, I. M. G. B., Dewi, A. A. S. L., & Dinar, I. G. A. G. P. (2025). Kedudukan serikat pekerja dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial di Denpasar. Jurnal Analogi Hukum, 7(2), 181–186.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019.

Stevania, Maudy dan Siti Hajati Hoesin. “Analisis Kepastian Hukum Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Gig Worker pada Era Gig Economy di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, Vol. 11, No. 2, 2024.

Widiastiani, N. S. (2024). Hukum ketenagakerjaan di era digital: Kompatibilitas peraturan perundang-undangan terhadap praktik digital workplace. Jurnal Jatiswara, 39(3), 295–3

Downloads

Published

2026-07-30

How to Cite

Putra, I. S., Hifni, M., & Hidayanto, L. (2026). TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PEMOTONGAN TUNJANGAN JABATAN SECARA SEPIHAK OLEH PERUSAHAAN PT LUHAI INDUSTRIAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2023. Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance, 6(2), 1275–1315. https://doi.org/10.53363/bureau.v6i2.914